Liburan Yuk ke Pantai Banyu Meneng: Malang

by - Februari 12, 2018

Assalamualaikum.

Hai, udah lama aku ga nulis karena bisa dibilang kesibukan-kesibukan yang ga jelas juga sih :)
_MG_0294

Oh iya kali ini aku mau kasih rekomendasi tempat buat kalian yang mau liburan menyenangkan bareng teman-teman. And guys, tau ga kalo tempat ini untuk beberapa waktu bisa kalian jadiin private beach buat kalian dan teman-teman buat liburan. Gimana engga private, hampir ga ada orang waktu aku dan teman-teman kesana, yah mungkin cuma orang-orang jualan dipondokan itupun jauh dari pantai.

Aku sama teman-teman berkemah selama 2D1N. Kami berangkat waktu itu dari tanggal 20 Januari 2018 dan sampai sana tanggal 21 januari 2018, karena malamnya nginep di kontrakan teman yang ada di Malang. Yah tau sendiri lah buat kalian yang udah pernah ke Malang, bisa di bilang Malang itu adalah Bogornya Jawa Timur. Di tanggal 21 Januari pagi aku dan teman-teman berangkat ke destinasi kami, Pantai Banyu Meneng (bisa cari di google).

Perjalanan aku dan teman-teman dimulai dari Jombang dengan sepeda motor melalui rute Pare-Malang, and u know if so cold there. Ada 3 motor yaitu 5 orang yang berangkat melewati jalanan-jalanan yang berkelok di daerah kabupaten Malang. Unfortunately, aku kelupaan bawa jaket dan kawan-kawan untuk menghangatkan tubuh. Aku lupa Malang 11-12 dengan Bogor, malah merutku lebih dingin. Akhirnya aku tahan rasa tulang yang menyelinap dinginnya kesana. Aku kebal, aku kebal (dalam hati).  Ketika sampai di Kota Batu aku langsung membeli sarung tangan di pinggir jalan dan membeli jas hujan plastik di pinggir jalan (yah meskipun jas hujan useless banget). Akhirnya sedikit tubuhku terwakili hangatnya oleh kehadiran sarung tangan yang agak tebal itu, berwarna biru seperti doraemon, like my fav colour.

Sampai di Kota Malang aku dan teman-teman (Aku, Yanda, Ali, Yusron, Mukhtar, Ubed) sudah disambut oleh teman kami yang berkuliah di UNISMA, Malang. Kami mampir di Alfa mart dekat kontrakan. Oh ya saat itu suara ku hilang entah kemana dan kata teman-teman jadi makin seksi. Padahal seberapa beratnya aku untuk berbicara :( Kami langsung kekontrakan, yang laki-laki kekontrakan khusus laki-laki pastinya. Aku dan yanda dijemput oleh teman perempuan satu lagi untuk tidur dikosannya yang sangat dekat kampus UNISMA.

Good Morning. Harinya telah tiba, yaitu tanggal 21 Januari 2018 kami (ketambahan Heni, Bintang, Rizky) siap untuk berangkat dan tak lupa sebelumnya kami mempersiapkan logistik like tenda dan kawan-kawan. Untuk perempuan, kami sudah siap bahan masakan yang sudah kami beli di pasar deket komplek kosan Heni. Btw pasar tradisional tapi bersih banget, rapi dan I think aman karena kelihatannya begitu. Pasar itu juga deket banget sama UNISMA. Ada rasa kagum juga sama penataannya jika dibandingkan dengan pasar tradisional kebanyakan di kota-kota besar, yah sebut saja Jakarta. Dan aku sedikit tahu alasan kenapa kebanyakan orang Jakarta dan sekitarnya sangat malas untuk berbelanja di pasar tradisional? karena sudah dapat terbayangkan pasti. Nanti lah aku adain survey dan di tulisan lain mengenai bagaimana pasar di Malang itu kalau dibandingin sama pasar-pasar area Jakarta dan sekitarnya.

Selesainya belanja di pasar aku dan Heni kembali ke kekontrakan Fiki (kontrakan yang dipakai teman-teman laki-laki menginap semalam). Kami langsung berangkat sesuai motor yang ada 5 namun hanya ada 9 orang yang berangkat. Butuh waktu sekitar 3-5 Jam dari kota Malang hingga sampai ke Pantai Banyu Meneng. Pastinya aku disuguhkan oleh pemandangan indah sekitar perjalanan. Lereng-lereng gunung yang digunakan petani untuk menghidupi keluarga, ilalang, tebu, sungai, bangunan-bangunan khas Jawa Timur, sudah lama memang aku tak menyaksikan hal-hal seperti ini, jika selalu disuguhkan dengan kehidupan perkotaan penuh polusi. Sangat bosan.

Dan tahukah? jika destinasi pantai di daerah Malang banyak ternyata tempatnya. Ada Banyu Meneng, Kondang Sogu, Rantal Wulung, Teluk Bidadari dan masih banyak lagi. Ada beberapa cabang jalan untuk bisa sampai ke destinasi masing-masing. Ternyata asiknya, destinasi tujuanku dan teman-teman sangatlah menantang. Jalanan yang belum diaspal, tidak ada listrik, kanan kiri hutan, jalanan turun naik. Wow it's so amazing :D Belum lagi karena musim hujan, jalan-jalan yang becek menyebabkan ada kendaraan yang amblas karena jalanan. Jadi kalau kesini harus tahu situasi dan kondisi ya guys! Jangan pakai kendaraan yang tidak sesuai dengan medan. Aku dan teman-teman juga begitu sih, ya tapi ga parah lah karena motor matic bisa didorong kalo mogok.

Haduh badan benar-benar lelah, berjam-berjam menempuh perjalanan diatas motor, aku ga bisa bayangin gimana yang nyetir pasti lebih dari penumpang. Untung laki-laki semua.

Sampainya dipantai, wah kami parkir dipenitipan motor lalu jalan sekitar 500 m lagi untuk mencari tempat yang bisa didirikan tenda. Akhirnya kami sampai juga, laki-laki ya biasa, tugasnya mendirikan tenda dan kami para wanita main-main di pantai hehe. Benar-benar pantai pribadi, benar._MG_0381

Kami sampai sekitar sore menjelang magrib, setelah membangun tenda, bermain-main sebentar di pantai (ada yang wudhu atau sekedar berlari), next kerjaan kami yaitu masak dengan peralatan dapur yang sederhana, yap hanya dengan royco :D tapi enaklah. Setelah selesai masak, aku mandi karena lengket jika tidak di bilas dengan air tawar. Kami makan malam ala kami pastinya dan aku, Yanda serta Heni sebagi chef.

Malamnya adalah puncaknya, maksudku disinilah terutama yang dicari, kebersamaan dari kami yang tak pernah bertemu selama beberapa tahun. Mereka kecuali aku dan Rizky bermain kartu, bercanda, bercerita kehidupan masing-masing selama ini. Oh ya karena aku masih lapar dengan makanan yang sedikit dan dibagi-bagi. aku ke warung untuk makan lagi hehe.

Memang waktu sangatlah cepat, bahkan tak bisa dibayangkan secepat apa berjalannnya. Setelah kelelahan dengan perjalanan, satu persatu dari kami tidur di tenda masing-masing, kanan tenda laki-laki, kiri tenda perempuan. Di malam hari itu, malam yang hanya senyap-senyap aku dengar, atau memang nyata, hujan turun dengan derasnya namun aku tidak bisa terbangun, atau memang bisa dibilang malas untuk beranjak keluar karena malam itu sangat dingin. Biar laki-laki yang mengurusnya, tenda bocor dan sebagainya. Hujan sampai hampir subuh baru berhenti, wah memang sangat mengesankan.

Paginya kami bangun kembali beraktivitas lagi, bermain air, berenang, menimbun badan di pasir, berjemur dan banyak lagi. Dengan meninggalkan semua beban kami yang dibawa awalnya. Kami meyakinkan diri untuk satu hari menjadi anak kecil lagi.

_MG_0235

Kami berfoto di tugu (bisa dibilang) bertuliskan BANYU MENENG dengan warna kuning, pantainya hampir tidak ada ombak, karena dikelilingi karang, dan jauh ke depan sudah terhampar laut lepas dengan gulungan ombak yang besar. Ternyata di balik tulisan BANYU MENENG, jika naik sedikit dan berjalan memang dapat menyaksikan laut lepas, maksudku pantai dengan ombak yang besar yang setelahnya sudah terdapat laut lepas, tidak ada tanda kehidupan disana, pantai pun sangat sepi. Aku berjemur disana, tanpa menggunakan sunblock, lagi-lagi barang-barang penting selalu terlewatkan hufft. tapi aku pasrah menjadi hitam hehe.

Setelah puas, kami mengejar waktu karena sewa tenda hampir habis. Akhirnya tetap kami menambah biaya sewa tenda, karena waktu sudah habis. Lagi-lagi destinasi dadakan yang kami pilih adalah SUMBER SIRA. Pemandian yang langsung bersumber dari mata air. Airnya benar-benar tawar dan sangat cocok untuk belajar renang, karena tidak khawatir dengan mata yang akan merah dan kemasukan kaporit. Awalnya aku sangat menggigil masuk ke dalam kolam itu, namun jika badan digerak-gerakkan akan terasa kesegarannya. Hanya perlu membayar 6 ribu rupiah kita bisa menikmati kolam renang murni tanpa bahan-bahan campuran. Oh iya disana ditambahkan tumbuhan-tumbuhan air, jadi bisa dibilang kita bisa snorekling disana layaknya dipantai. Dan Sumber Sira satu jalur dari arah pantai Banyu Meneng jika hendak kembali ke Kota Malang._MG_0389

Setelah sorenya kami sampai di Kota Malang, beberapa dari kami kembali ke daerah masing-masing dengan urusan-urusan masing-masing. Dan yang kembali lagi ke Jombang aku, Yanda, Ali, Yusron masih bertahan di Kota Malang untuk bermalam, karena sangat lelah terasa.

Itulah traveling penuh arti kebersamaanku dengan teman-teman semasa SMA, Terus, terus, terus akan berlanjut setiap tahunnya, semoga. Dan aku juga bisa ikut setiap tahunnya.

_MG_0166

Salam hangat

Nia dkk



You May Also Like

1 Comments