Bangkok Aku Datang; Exchange Program & Traveling (1)

by - Mei 20, 2018

Kalau diingat-ingat, sebenarnya travelingku ke Bangkok sudah lumayan lama. Tapi memang banyak alasan-alasan yang membuatku menunda-nunda menuliskannya di papan tulis milikku ini.

Sebagai pelajar yang masih sangat minim budget aku memanfaatkan program exchange untuk dapat memenuhi travel list ku sebagai tukang jalan-jalan. Hal ini sebenarnya sudah mulai aku lakukan saat aku mengikuti volunteer ke Natuna pada bulan Juli 2017.

FYI, aku pergi ke Bangkok pada bulan agustus 2017, tepatnya pada tanggal 15-22 Agustus 2017 aku menikmati kota Bangkok, Thailand.

Memang pergi ke luar negeri adalah impian semua orang, akupun begitu. Awalnya aku sangat pesimis untuk pergi ke tempat-tempat impianku. Namun karena yakin aku pasti bisa pergi, maka Allah pun menunjukkan kuasaNya. Banyak orang-orang baik yang dikirimkan kepadaku untuk mendukungku, entah itu dalam hal finansial maupun menyemangatiku. Finally I can go abroad with usefull thing. I'm very thankful to all people who support me.

Karena aku mengikuti exchange program, jadi 5 hari dari waktu semingguku adalah program yang diselenggarakan oleh sebuah NGO yaitu Youcan Indonesia. Oh ya, aku mengikuti program ASEAN Youth Cultural Exposure #3 Bangkok (kalian bisa mencari tahu infonya di instagram @youcan.id).

Day One : Seperti kebanyakan program lainnya, aku dan peserta lainnya mengikuti welcoming session saat dinner di Aunchaleena Hotel Bangkok. Kami berkenalan, briefing and so on. Setelah itu kami pergi ke kamar masing-masing.

Day Two : Pada hari kedua ini kami akan melakukan Field Trip Research & Cultural Race. Kami pergi ke pusat kota Bangkok, berkeliling dan mengamati sekitar. Kegiatan dimulai dari hotel dan langsung menuju transportasi air. Pada hari ini juga hari yang bikin aku malu dan merasa sangat unlucky karena aku dan teman sekamarku terlambat bangun :( And we are so shy. Aku rasa semua peserta hanya menunggu kami berdua karena terlambat bangun wkwk.

Pada saat perjalanan banyak hal-hal yang sangat mengagumkan seperti transportasi di Bangkok yang unik. Aku belum pernah menemui transportasi air yang dimanfaatkan sedemikian rupa di Indonesia. Sungai disana terbilang kecil namun menurutku sungai tersebut memiliki volume yang banyak yang jika kapal penumpang lalu lalang seperti ombak yang ada di dalam ember. So excited. Harga tiketnya pun lumayan ramah yakni hanya 12-18 Baht/orang.

Setelah itu kami berjalan menyusuri perkantoran Bangkok dari pelabuhan tempatku berhenti (sudah hampir seperti halte bus). Kami menyusuri Lumphini Park dan mewawancarai beberapa pelancong maupun orang-orang asli Thailand terkait makanan, kebudayaan dan hal-hal terkait Thailand. Tak lupa kami pun memberikan informasi terkait hal-hal yang berkaitan dengan Indonesia.

Selanjutnya kami pergi ke MBK Center setelah menyusuri Lumphini Park disiang hari. As you know guys, if MBK Center  is a large shopping mall in Bangkok, ThailandMBK_Bangkok_1Source: Wikiwand.com

Memang sulit untuk muslim di Bangkok mencari makanan halal, namun itulah kesannya yang lebih menarik. Jika sudah menemukan kami sangat senang. Dan menurutku makanan disana memiliki ciri khas (mungkin ini lidah ku aja yang ngerasa walang sangit). Meskipun makanan halal masih sulit ditemukan, tidak sama halnya dengan tempat ibadah. Di mall-mall ataupun di tempat umum lainnya di Bangkok sudah banyak menyediakan tempat ibadah untuk umat muslim.

Aku selesai dengan lelah namun terbayarkan karena ini adalah kali pertamaku traveling abroad, lebih tepatnya bersama program exchange. Yah sambil menyelam minum air gitu.

Day Three : Yup... Today is Indonesia Independence Day (17 Auust 2017), and we have ceremony in KBRI Bangkok. But there are so many obstacle to go to there. Sorry I can't tell you more guys :'D

Setelah itu aku dan lainnya pergi ke Praksa Withedsuska School, Samut Prakan. Hal-hal yang aku kasih tau saat di KBRI Bangkok terulang lagi. Tapi jika kita sudah berada di tengah jalan untuk mencapai tujuan, kita harus terus melanjutkannya agar sampai ke tujuan, meskipun di jalan banyak rintangan.

Di Samut Prakan aku dan tim tampil membawakan tarian-tarian, lagu-lagu kebudayaan Indonesia, saat itu aku membawakan tari Burung Enggang yang sebelumnya aku pelajari di TMII bersama bunda di Anjungan Kalimantan Timur.

Pasti kalian tau, dari gambar dibawah menggambarkan bagaimana ekspektasi dan realita tidak berjalan berdampingan. Namun teruslah berjalan dengan realita agar harapan kita sedikit demi sedikit dapat bersahabat dengan kita.

Jangan lupa! berusahalah memberikan yang terbaik untuk Negeri kita, meskipun harapan tidak sesuai kenyataan. Jangan berfikir terus ingin dilayani tapi berfikirlah untuk melayani. Apa yang telah kita berikan kepada Negara ini?

Yah itung-itung aku dan tim memeriahkan acara 17an di negeri orang dengan banyak perbedaan :)

IMG_2705

Day Four : Di hari keempat giliran tim presentasi yang akan mempresentasikan hasil dari kelompok mereka di United Nation Cenvention Center Bangkok, Thailand dan aku beserta tim tari lainnya menjadi audience. Disitu kami juga mendapatkan beberpa pelajaran dan oleh-oleh. hehe. Pertama kami mendapatkan informasi pariwisata Thailand langsung dari UNCC yang bisa menginspirasi kami nanti di Indonesia. Kedua aku dapat tas ransel dari UNCC bertuliskan Amazing Thailand. The forgotten moment for me.

Okay, memang tidak semua program berjalan lancar menurutku. Tapi Alhamdulillah lagi-lagi aku bisa menyelam 2-3 lautan terpenuhi hehe. Karena travel list ku sedikit demi sedikit dapat dicoret (terpenuhi). Karena kami langsung pergi menuju Wat Arun. Kamu harus datang ke tempat ini guys, karena hampir semua pelancong menjadikannya destinasi wajib ketika pergi ke Thailand.

DSC_0540

To be continued...

You May Also Like

4 Comments

  1. Frisca Sutanto29 Juni 2018 17.02

    waah gimana tuh rasanya ngerayain hari kemerdekaan di negeri orang??

    terus jadi penasaran sama rintangan yang dihadapi saat pergi ke KBRI Bangkok deh...Hahaha

    BalasHapus
  2. Terimakasih kak sudah berkunjung di blog aku :) Seru pastinya karena peringatan kemerdekaan yang sangat berbeda dari di Indonesia.
    Yang dihadapin seperti macetnya Bangkok sama kayak Jakarta, imbasnya kami telat datang upacara :') dan banyak lagi hehehe

    BalasHapus
  3. Frisca Sutanto2 Juli 2018 15.53

    iya sama-sama ^^
    iya sih pasti seru ya kumpul sama orang-orang Indonesia di negara orang hihihi

    wah macetnya kaya Jakarta juga ya ternyata...ckck

    BalasHapus