Kenali Prinsip Dasar Manajemen Waktu bagi Dirimu

by - September 17, 2018


Assalamu'alaikum guys.

Sudah lumayan lama ya ternyata aku ga nulis, sebenarnya alasan utama adalah MALAS. Malas itu memang sifat mayortas dari manusia. Tapi dibalik malasnya aku, sebenarnya aku pun sedang belajar lebih dalam lagi tentang dunia blog, dimulai dari SEO, optimalisasi media sosial, penulisan artikel di blog sesuai EBI dan masih banyak lagi. Aku belajar ilmu blog tentunya dari teman-teman senior yang ada disalah satu komunitas dan sering mengadakan sharing session. Alhamdulillah meskipun malas melanda tapi masih ada alat untuk mendongkrak semangat, agar malas juga diimbangi dengan semangat. Dari beberapa kegiatan pula aku banyak belajar, aku lebih mengoreksi diri, sudah melakukan apa sebenarnya aku selama ini? Finally, aku ngerasain beberapa perubahan dalam gaya hidupku saat ini, and I hope this situation will not change fast for next time.
Source: freepik.com

Hal-hal yang biasa aku lakukan selalu berpatokan dengan batas waktu, sedikit demi sedikit mulai  bisa dikurangi. Kalau kalian tanya apakah mudah? Tentu aja engga sama sekali. Coba bayangkan sebuah rutinitas yang selalu kalian kerjakan tiba-tiba diberhentiin dengan sengaja? Pasti berat dong, dan kadang-kadang masih keceplosan buat ngelakuin. Selain itu masih banyak kegiatan yang sangat membutuhkan manajemen waktu yang baik masih sering terlewatkan. Terus buat apa kita ngelakuin kegiatan kalau ujung-ujungnya ngaret, ga jadi, ada yang kurang (meskipun manusia hanya bisa mengusahakan, akhirnya Allah lah yang tahu)? Tapi apakah selama ini kita sadar kalau hal-hal negatif diatas itu terjadi atas dasar diri kita sendiri yang menghendaki sampai akhirnya kejadian. Dan lagi-lagi manajemen waktu kita bisa dibilang buruk.

Nah aku punya cara sendiri buat belajar mengatur waktu agar kegiatan berjalan lancar. Jika kalian punya cara tersendiri silakan share juga ya di kolom komentar 😊 (Ilmu kita akan bermanfaat loh jika dibagikan kepada sesama hehe).

Baca juga1 Hari Hanya 24 Jam: Ini Cara Mengatur Waktu Dari Brian Tracy

  • Mana yang harus dilakukan segera
Kebiasaanku selalu menuliskan aktivitas yang akan dilakukan segera. Semacam “What to do” disitu aku bisa tahu kapan aku punya kegiatan atau kosong.
  • Buat perencanaan waktu berdasar prioritas
Bagian ini adalah kelanjutan dari poin 1 yaitu setelah kita bikin list apa aja yang akan dilakukan segera + waktunya. Kalau waktunya sudah ditentukan secara paten (misal acara dari organisasi) kita harus menyusun ulang lagi jadwal pribadi kita.
  • Jangan mengerjakan hal yang kurang penting dan menghabiskan waktu terlalu lama
Sebenarnya mengerjakan hal yang kurang penting itu boleh kok biar pikiran kita kembali fresh, sebenarnya bisa dibilang sebagai hiburan sih semisal aku suka nonton MV dari grup favorit aku. Tapi kita harus bisa nyeimbangin lagi, jangan sampai lupa waktu, terutama buat para K-drama lovers. Pasti kalau ga nyelesain full episode itu rasanya ingin mati karena hampir dibunuh oleh rasa penasaran ya kan? (Kenapa aku tau? Soalnya aku juga pernah di fase-fase ini :D). Ingat secukupnya saja, nanti kecanduan loh!
  • Bersiaplah untuk hal-hal yang tidak terduga
Kata pepatah “Sedia Payung Sebelum Hujan”. Guys, kita harus memiliki plan a-z, agar apa? Agar ketika plan a kita gagal (anak organisasi pasti ga asing dong sama ini), kita bisa berpindah ke plan b begitu seterusnya. Dari banyaknya rencana, kita ga usah repot-repot lagi harus apa ketika rencana pertama gagal. Kan Allah yang punya waktu, kita cuma bisa ngikutin jalan waktu dari Allah, maka dari itu pentingnya bersiap buat hal-hal yang tak terduga.
  • Fokuslah pada satu kegiatan dalam satu waktu
Emang ada beberapa orang yang bisa ngerjain sesuatu secara bersamaan dalam satu waktu. Tapi ga semua orang bisa kayak gitu. Ada baiknya kita tetap fokus pada kegiatan yang kita anggap paling penting, dalam wawancara saat mendaftar organisasi dll pasti selalu ada pertanyaan “kalau kalian ikut 2 acara dalam 1 waktu dan posisi kalian sama-sama dibutuhkan, kira-kira mana yang kalian pilih?” Bingung? Itulah pentingnya skala prioritas, mana yang harus kalian pilih, ga mungkin kan kalian makan sambil nulis sekaligus minum dalam satu waktu? Sama halnya kayak pertanyaan diatas. Jadi mulai dari sekarang biasakan pilih salah satu yang terpenting, jangan serakah!

Baca juga: 8 Tips untuk Manajemen Waktu yang Lebih Efektif
  • Buatlah target yang realistis, kenali batasanmu!
Jangan bikin keinginan yang sangat ga realistis, memang ada kemungkinan buat terjadi, tapi kalau kemungkinannya kecil lebih baik cari yang sesuai sama passion.
  • Belajar disiplin, jangan menunggu niat dan motivasi datang
Meskipun kita malas, jangan sampai malas itu yang bikin semuanya kacau. Kalau ditanya “kapan mau sholat?” Jawabannya “nanti aja deh, niat dulu, daripada sholat cuma gerakan tapi niatnya ga benar” atau “mau ada yang nyemangatin ah biar semangat”. Masih mau jadi motor bobrok yang ga bisa jalan? Kata bu nyai aku dulu “kita itu kalau ngelakuin apapun jangan tunggu ini-itu, anggap kita motor bobrok yang ga bisa jalan. Supaya bisa jalan gimana? Pasti butuh bahan bakar, nah disiplin itu salah satu caranya”. Disiplin adalah penentu masa depan.
  • Hargai usahamu
Setelah selesai melakukan sesuatu, jangan pernah merasa bersalah atau merasa rendah yang berlebihan karena kurang ini-itu. Diri kita juga butuh penghargaan agar terus konsisten dalam menjalankan aktivitas secara positif. Boleh sih merasa bersalah dan semacamnya tapi buat motivasi lebih maju kedepannya. Cara menghargai diri sendiri itu beda-beda caranya. Coba dari sekarang temui kesenangan dan ketenangan diri kita agar dapat bersahabat.

Terus semangat ya guys, ga ada proses yang cepat, kita juga harus butuh unsur-unsur penting buat menuju sukses. Manajemen waktu salah satu yang terpenting.

To Succeed, You need to find something to hold on to, something to motivate you, something to inspire you. -Tony Dorsett


You May Also Like

2 Comments

  1. Kereeen.. makasih ulasannya mbak.. mengatur waktu emang sulit dan harus punya niat yang kuat. Hihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul mba, kadang udah niat aja masih suka lupa. Terimakasih mba sudah berkungjung ke blog saya :D

      Hapus