Hujan Malam Ini

by - Oktober 30, 2018

Dingin tidak selalu menjadi alasan dari hujan, tapi hujan selalu menjadi alasan adanya dingin.
Malam ini, sebenarnya aku lebih bersyukur lagi, karena hujan yang tidak seperti semalam. Membuatku lebih berkorban untuk pulang, hujan-hujanan, banjir, berlari sendiri menyusuri gang kecil dimalam hari. Malam ini aku lumayan bisa tersenyum karena tidak harus berjuang seperti  semalam. Meskipun lelah menyelimuti tubuh, namun tetap saja harus mengalah oleh tugas yang masih menumpuk.
Malam ini aku juga tersenyum, mungkin karena tidurku akan sedikit nyenyak dibandingkan hari sebelumnya yang selalu membuatku terjaga dimalam hari. Saat hujan banyak orang menyukainya, seperti halnya aku. Sambil mendengarkan satu lagu di playlist hpku. Rasa nyaman, karena hujan ini, karena suasana ini, semoga selalu seperti ini.
Tapi, apa kalian tahu rindu seperti apa yang aku ciptakan selalu disaat hujan? Rindu terberat untuk kedua orang tua, kalian yang selalu menjadi alasanku pergi lebih jauh dari zona nyaman ini. Kalian, tidakkah melihatku berjuang seorang diri disini? aku tumbuh bersama kasih sayang dan kenangan bersama kalian. Masa-masa yang tidak akan kutemui lagi. Masa itu ternyata sudah berlalu bertahun-tahun lamanya. Tepat malam ini, disaat hujan menghampiriku, sepertinya dia mengingatkanku terhadap kalian. Dinginnya tubuh ini tanpa bisa dipeluk olehmu lagi, ibu. Beratnya beban, tanpa bisa dibantu olehmu lagi, ayah.
Untuk hujan malam ini, aku berterimakasih, kau telah memberikan ruang bagiku untuk berbicara bersama ayah dan ibu melalui khayalanku. Terimakasih telah membantu mengingatkanku disaat kesibukanku untuk duniawi.
Hujan malam ini, beritahukan ayah dan ibuku, bahwa aku akan sukses bersama masa depanku, dan akan belajar dari masa laluku, menghilang bersama kenangan buruk dan bersenang-senang bersama masa sekarangku.
Hujan malam ini, sampaikan juga, aku akan bersama orang yang melindungiku, kelak. Jadi ibu dan ayah tidak perlu khawatir lagi.

Hujan malam ini, seringlah mampir dihari-hari berikutnya, datang bersama kenangan ibu dan ayahku.

You May Also Like

0 Comments