Kisahku Bersama Natuna

by - Oktober 17, 2018

Location: SDN Sepempang


Perjalananku ke Natuna bukanlah sebuah perjalanan yang baru saja terjadi, melainkan sudah lebih dari satu tahun lamanya. Kesalahanku memang tidak segara menuliskannya hingga akhirnya tertunda sampai saat ini.

Aku pergi ke Natuna pada bulan Juli 2017 lalu, bersama para relawan terpilih lainnya yang telah diseleksi oleh Youcan Indonesia. Program kami adalah program Youcan Social Expedition yang pertama dan sebelumnya terdapat program Youcan Empower ke Raja Ampat.
Pada Youcan Social Expedition terdapat dua jalur penerjunan yakni Natuna dan Kota Tual. Aku bersyukur bisa terpilih pada kesempatan itu, karena kami masing-masing jalur, dengan bangga mengarungi lautan Indonesia. Kami dapat belajar bersama ketika di kapal dan waktu kami bersama lumayan lama, yakni dua minggu termasuk perjalanan pulang-pergi.



Dari kapal: Pulau Anambas yang indah

“Secercah Bakti Berjuta Arti” Kami dapat menyelesaikan tugas kami untuk Indonesia melalui pendidikan, lingkungan, ekonomi dan kesehatan. Diberbagai bidang ini aku bertemu banyak sekali orang hebat, seperti kak Uswah penerima beasiswa Lpdp dari UI yang ternyata alumni UNJ salah satu seniorku di Fakultas, Mas Afif seorang dokter muda, Nungky dari UIN Jakarta yang punya banyak prestasi dan masih banyak orang-orang hebat yang tidak dapat aku sebutkan satu persatu.
Kami diberikan kebebasan untuk menjalankan program yang kami buat, panitia pun membantu menyediakan apa yang kami butuhkan selama disana maupun sebelum penerjunan. Seperti mengikuti pelatihan di Yogyakarta bersama seluruh peserta dari Natuna dan Kota Tual selama 3 hari 2 malam. Hal itu yang sangat berkesan sebelum memulai penerjunan secara langsung di daerah masing-masing.
Program relawan ini adalah kali pertamaku mengikuti kegiatan ke-relawan-an yang menjadikan awal mula minatku pada dunia volunteerism. Natuna pun adalah daerah impianku sejak kecil yang menjadi salah satu tujuanku untuk pergi melihat keindahan Indonesia (itulah mengapa aku menentukan pilihanku pada Natuna ketika aku mendaftar).

Berfoto: di Alif Stone Park

Aku yang ketika itu memilih divisi pendidikan bersama divisi lainnya membuat grand design ketika masa pelatihan yang kemudian dipresentasikan didepan tiap relawan Natuna semua divisi. Persiapan-persiapan yang kami lakukan nantinya yang akan kami jalankan ketika berada di Natuna.
  • Divisi Pendidikan memiliki program 1000 Buku untuk Natuna, Kelas Inspiratif dan Taman Baca Masyarakat Sepempang, Natuna.
Rumah Baca Sepempang: Salah satu pogram dari divisi Pendidikan
  • Divisi Ekonomi memiliki program pelatihan ekonomi kreatif untuk ibu-ibu disana.
  • Divisi Kesehatan dengan programnya Dokter Kecil dan pemeriksaan kesehatan gratis di Balai Desa Sepempang.
  • Serta Divisi Lingkungan dengan penyuluhan lingkungan kepada anak-anak, orang dewasa dengan kampanye sampah dan lomba kebersihan. Dan masih banyak lagi yang tidak dapat diceritakan.

Aku sendiri bersama teman-teman divisi pendidikan, Alhamdulillah menyelesaikan program tersebut di SDN Sepempang untuk kelas Inspiratif dan 1000 Buku untuk Natuna yang nantinya akan di berikan beserta pembangunan Taman Baca Masyarakat Sepempang yang ada di Balai Desa (Fyi: balai desa ini sudah lumayan lama tidak difungsikan) dan juga mengisi kelas untuk anak-anak TK serta PAUD disana.
Ketika aku mulai menuliskan cerita yang sudah sangat lama tertunda ini, rasanya air mata sudah bersiap untuk berlomba-lomba lahir ke bumi ini, karena ingatan masa lalu yang dipaksa untuk hadir kembali. Tapi mau bagaimana lagi, kenangan tidaklah untuk dilupakan.
Berfoto: Bersama Ibu Wakil Bupati Natuna, Relawan, Perwakilan warga (Karang Taruna dan pejabat desa)
Sebenarnya masih sangat banyak ceritaku yang lainnya bersama Natuna seperti antusias masyarakat disana sampai-sampai kami disambut langsung oleh Wakil Bupati Kabupaten Natuna dan masih banyak lagi cerita yang tidak dapat kuceritakan pada kesempatan ini. Aku hanya dapat menuliskan beberapa bagian cerita perjalananku ketika di Natuna dan semoga teman-teman terinspirasi dan dapat saling berbagi ketika membaca ceritaku ini.

Jika ada yang ingin ditanyakan atau saling berbagi tentang Natuna, Relawan dan sebagainya, aku sangat terbuka untuk kita saling berbagi kisah, karena kisah itu adalah sesuatu yang berharga yang nantinya juga dapat kita bagikan kesiapapun terutama anak cucu kita, kata Fiersa Besari.


Berfoto: Bersama siswa-siswi SDN Sepempang

 






You May Also Like

10 Comments

  1. Jd pengen ke Natuna juga. Pasti banyak tempat wisatanya kan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga secepatnya bisa kesana ya kak. Sebenarnya banyak tempat wisatanya, tapi kebanyakan belum di kelola dg baik :(

      Hapus
  2. Ku ingiin ke Natunaa.. pasti seru deh perjalanannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bisa cepet nyusul ya kak. Seru soalnya banyak hal-hal baru yg ditemuin :D

      Hapus
  3. Pernah ada proyek di Tual kayaknya enggak jauh deh darisana
    itu daerah yang jadi rebutan dengan negara lain kan ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul kak, jadi rebutan. Sampai sekarang banyak TNI disana

      Hapus
  4. Bagus banget tulisannya. Sudah lama ga baca tulisan pribadi banget begini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah terimakasih kak, semoga bisa berbagi ilmu sama saya terkait penulisan blog :)

      Hapus