Bukan Drama Di Dalam Drama

by - Maret 14, 2019

source: independent.co.uk

Akhir-akhir ini K-popers banyak dihebohkan sama skandal yang dialami oleh Seungri (Lee Seung-hyun) dan Jung Joon Young (JJY). Berita yang (setau aku) berawal mula dari kasus CCTV orang yang diserang dan sampai merembet ke chat room. Jjy yang berada di grup chat Seungri pun akhirnya kena (mengenai sexual harassment). Alhasil kasus ini beruntun sampai kemana-mana. Itulah awal mula skandal "Burning Sun" terungkap.

Kronologi skandal ini bisa kita temui di twitter karena banyak yang membuat thread mengenai skandal ini. Aku ga mau terlalu menjelaskan kasus-kasus mereka terlalu rinci, ya karena akupun ga tau apa yang sebenernya terjadi. Intinya kasus itu menjadi kasus terbesar di sana untuk saat ini.
Salah satu thread yang menterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yaitu https://twitter.com/yunbinic/status/1105340415140519936?s=19 bisa dibuka dan dibaca.

Seperti yang ada dibanyak thread dan media Korea a.k.a Soompi, kasus ini sebenernya bukan semata-mata kasus dari selebriti (banyak K-popers yang awalnya nyangka ini hanya kasus selebriti) dan sampai  K-netz marah karena fans Internasional sangat mendukung idolanya meskipun mereka salah. Sebenernya hal ini terjadi karena ketidaktahuan fans Internasional dengan berita tersebut.

Berlanjut ke kasus yang sebenernya yaitu tentang kasus narkoba, prostitusi, korupsi dan banyak kasus lain yang mungkin nanti akan terungkap seiring berjalannya waktu. Buat para pecinta drama Korea pasti sering menemui cerita-cerita di drama. Ternyata semua itu ada dikehidupan nyata terutama di Korea. Bukanlah sebuah drama di dalam drama, tapi dikehidupan nyata dan serasa drama.
Siapa yang berada dibalik kasus-kasus tersebut? yah sampai sekarang masih tidak bisa dipastikan. Tapi ketika kita sering menikmati K-Drama pasti sudah tergambarkan siapa yang ada dibalik semua itu dan sampai sekarang sulit untuk ditangkap.  (konglomerat? orang yang berkuasa di negara tersebut kah?)

Jjy, Seungri

Para reporter yang mendapatkan bukti-bukti tidak melaporkan ke polisi, kenapa? Karena polisi sangatlah terlibat, dan reporter mengirimkannya ke sebuah organisasi yang memeriksa korupsi di Korea.
Insiden itu sebenarnya sudah lama terjadi seperti yang baru-baru ini terungkap. Sudah pernah ada kasus di tahun 2010 yang hingga saat ini masih menjadi misteri bagi warga Korea.
Seungri ditetapkan sebagai tersangka bukanlah semata-mata mengenai hengkangnya dia dari dunia hiburan Korea Selatan, namun lebih besar dari itu, yang berhubungan dengan negaranya. Hingga fans pun tidak berhak untuk ikut campur.

Tidak berhenti sampai disitu, dalam dunia entertainment Korea Selatan ternyata kasus ini masih berlanjut, yaitu  Choi Jonghoon dari FTISLAND yang juga termasuk anggota dalam grup chat Seungri. Ternyata 3 tahun lalu dia pernah meminta polisi agar kasusnya ketika mabuk sambil menyetir tidak sampai diketahui oleh publik. Hanya dimulai dari sebuah chat grup, semuanya bisa terungkap. Begitu detailnya dunia digital.


Semua cerita diatas bukanlah drama yang sering kita saksikan dalam drama Korea. Semua ini nyata. Bahkan kita juga tidak mengetahui apa yang sedang terjadi di negara kita? Dan tahukah? di Korea Selatan sana, seorang presiden sampai dipenjara 24 tahun karena kasusnya. Orang yang melakukan pelecehan seksual sangat tidak bisa diampuni, bahkan hukuman sosial bagi yang melakukan pun sangatlah kejam.

Beruntung ya kita, bisa tinggal di Indonesia, yang sama sekali berbanding terbalik dengan apa yang ada di Korea. Beruntung ya kita dapat bersatu dengan keberagaman. Karena meskipun skandal yang saat ini terjadi disana sangatlah menarik bagaikan drama, nyatanya itu bukanlah drama yang ada di dalam drama, yang akan selalu happy ending. Yang akan terjadi nanti, memang harus dapat diterima. Bahkan aku sebagai K-popers, dan menyukai Bigbang (boy group dari Seungri) aku juga tidak menyangka dan hanya bisa bilang "Siapapun yang salah harus tetap dihukum, yang benar harus diungkapkan dan yang salah jangan bersembunyi dibalik orang-orang lemah atau orang-orang yang kuat".


Seebenarnya kita terus mendukung tokoh yang kita idolakan bagaimana pun bentuknya (dia salah pun) kita tetap bersikukuh mendukungnya, itu adalah sebuah kefanatikan yang harus kita hindari. Meskipun dia menjadi inspirasi kita, jika dia salah, konsekuensi tetaplah berjalan. Fanatik bukanlah jalan untuk membebaskan sampai-sampai "semua yang diidolakannya selalu benar". Di Indonesia saat ini? hmmm.. bisa dinilai sendiri ya, untuk para millenial, jangan gampang tergoda, fanatik? hmmm... Tau kan efeknya akan seperti apa? orang yang salah pun akan tetap mendapat ruang ketenaran hehe.

Dunia nyata tanpa drama sepertinya kurang menarik. Skenario dari Allah memang menarik. -Me





You May Also Like

0 Comments